JAKARTA, VISTA.CO.ID – The Sounds Project Vol. 9 menghadirkan sejumlah kolaborasi spesial selama penyelenggaraan pada 7-9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta. Tidak hanya menampilkan lebih dari 120 musisi, festival tersebut juga menyuguhkan sejumlah penampilan lintas musisi yang memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.
Mengusung tema “Beyond Memories”, festival berlangsung di tujuh panggung selama tiga hari. Hampir ratusan ribu pengunjung memadati area festival, termasuk penonton yang datang dari Malaysia dan Singapura.
Jajaran musisi internasional seperti Neck Deep, Nusantara Beat, dan JET tampil berdampingan dengan sejumlah musisi Indonesia. Nama-nama seperti Tulus, Bernadya, Hindia, .Feast, Mahalini, Raisa, Yura Yunita, Lomba Sihir, Efek Rumah Kaca hingga King Nassar turut mengisi rangkaian pertunjukan.
Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan J-Rocks melalui Tribute to L’Arc-en-Ciel. Sementara itu, Bilal Indrajaya dan G-Pluck mengajak penonton bernyanyi bersama melalui lagu-lagu The Beatles.
Kolaborasi lain muncul secara tidak terduga. Rizky Febian tiba-tiba tampil bersama Mahalini dan Adrian Khalif. Teenage Death Star juga berkolaborasi dengan The Panturas, sedangkan Monkey Boots tampil bersama Wancoy dari Grindboys.
Tidak berhenti di situ, The Sounds Project turut menghadirkan special set dari Barasuara, Raisa, dan Isyana Sarasvati. Format penampilan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi penonton dibandingkan pertunjukan reguler para musisi.
Festival Director The Sounds Project, Gerhana Banyubiru, mengatakan perjalanan festival tersebut tidak terlepas dari proses panjang sejak pertama kali digelar pada 2015. “Berawal dari sebuah acara kampus kecil, The Sounds Project terus tumbuh hingga menjadi festival berskala besar tanpa meninggalkan semangat untuk memberikan ruang bagi generasi muda,” ujarnya.
Selain kolaborasi di atas panggung, The Sounds Project juga memberi ruang kepada hampir 300 band dan komunitas melalui TSP Squad Stage Presented by Extra Joss Ultimate. Program tersebut menjadi kesempatan bagi musisi pendatang baru dan band kampus untuk tampil dalam festival berskala besar.
Setelah sembilan volume, The Sounds Project kembali menutup rangkaian festival dengan catatan panjang mengenai pertunjukan, kolaborasi, serta keterlibatan komunitas. Ghana mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi sebelum mempersiapkan penyelenggaraan berikutnya.
“Tidak ada festival yang sempurna. Tahun ini The Sounds Project Vol. 9 telah selesai. Terima kasih untuk seluruh audience yang sudah datang, luar biasa dan benar-benar di luar ekspektasi kami selaku promotor,” kata Ghana. (*/san)
