JAKARTA, VISTA.CO.ID – Ada lagu yang sekadar terdengar, ada pula lagu yang mampu membawa seseorang kembali pada cerita yang pernah dilalui. Bagi Hanin Dhiya, “Cinta Ini Membunuhku” menjadi salah satu lagu yang memiliki kekuatan tersebut.
Lagu populer milik D’MASIV itu kini dibawakan kembali oleh Hanin dengan karakter vokal yang lembut dan aransemen lebih sendu. Rilisan ini sekaligus menjadi penanda perjalanan baru Hanin bersama Musica Studios.
Hanin menyadari bahwa lagu tersebut sudah memiliki hubungan emosional dengan banyak pendengar. Karena itu, ia tidak ingin sekadar membuat versi ulang, melainkan mencoba memberikan perspektif yang lebih dekat dengan karakter musiknya.
“Dulu mungkin lagu ini pernah menemani masa patah hati mereka, dan sekarang aku mencoba membawakan kembali dengan warna dan rasa yang berbeda,” ujar Hanin.
Pilihan lagu tersebut juga membuka peluang terjadinya pertemuan dua kelompok pendengar. Mereka yang telah mengenal D’MASIV sejak lama dapat kembali bernostalgia, sementara penggemar Hanin mendapatkan kesempatan mengenal lagu tersebut melalui interpretasi baru.
Hanin pun berharap lagu ini dapat menjadi teman bagi mereka yang masih menyimpan sedikit cerita dari masa lalu. Baginya, perasaan yang muncul ketika mendengar sebuah lagu terkadang tidak sepenuhnya hilang meski waktu telah berlalu.
“Kadang kita merasa sudah sembuh dari sebuah cerita, tapi ketika mendengar lagu tertentu, ternyata masih ada sedikit rasa yang tertinggal,” tuturnya.
Di balik rilisan tersebut, Hanin turut terlibat dalam proses produksi sebagai produser bersama Adrian Martadinata. Adrian menangani vocal direction, drum programming, dan strings, sedangkan keyboard dan synth bass diisi Adrian Rahmat Purwanto.
Kisah emosional tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam video musik garapan Simbion. Sutradara Radit ESP menghadirkan pendekatan teatrikal dengan aktor Pavel Gunawan sebagai bagian dari visual pendamping lagu.
Dengan aransemen baru dan pendekatan vokal yang berbeda, “Cinta Ini Membunuhku” versi Hanin mencoba mempertemukan nostalgia dengan pengalaman musikal generasi sekarang. Lagu tersebut kini dapat didengarkan di seluruh platform streaming musik digital, sementara video musiknya tersedia di YouTube resmi Hanin Dhiya. (*/san)
