KOTA DEPOK, VISTA.CO.ID – Memasak dengan anggaran terbatas bukan berarti tidak bisa menghasilkan makanan lezat. Hal itu menjadi salah satu keseruan yang ditampilkan program Masak Gesss ketika menyambangi warga-wargi Kampung Rawadenok, RW 01, Depok.
Dalam episode tersebut, Mpok Ciul dan Mas Pur tidak hanya memasak bersama warga. Keduanya juga menghadirkan sejumlah tantangan yang menguji kreativitas warga dalam mengolah bahan makanan.
Keseruan bahkan dimulai sebelum kegiatan memasak berlangsung. Mpok Ciul berkeliling kampung sambil membawa poster orang hilang bergambar Mas Pur. Ia mencari keberadaan rekannya tersebut dengan bertanya kepada warga.
Pencarian itu berujung pada kegiatan memasak bersama. Mpok Ciul bertemu warga yang sedang mengikuti arisan dan justru diajak untuk ikut memasak. Ajakan tersebut diterimanya hingga suasana semakin ramai.
Di tengah kegiatan, Mas Pur akhirnya datang. Ia mengaku baru saja pulang kampung dan langsung bergabung dalam aktivitas memasak bersama warga-wargi Rawadenok.
Menu pertama yang dibuat adalah ayam crispy sambal matah. Bahan-bahannya dikumpulkan dari rumah warga, mulai dari ayam, timun, telur, tepung terigu, minyak, hingga berbagai bahan lainnya.
Warga kemudian berbagi pekerjaan. Ada yang memotong ayam, membuat baluran tepung, menggoreng hingga menghasilkan ayam yang renyah, serta menyiapkan sambal matah.
Usai masakan selesai, Mpok Ciul, Mas Pur, dan warga menikmati hidangan bersama. Momen tersebut menjadi gambaran bagaimana kegiatan memasak sederhana dapat menciptakan kebersamaan di tengah masyarakat.
Tantangan berikutnya hadir lewat segmen WIB atau Waktunya Ibu-Ibu Belanja. Kali ini, warga hanya dibekali anggaran Rp100 ribu untuk memenuhi kebutuhan bahan masakan.
Dengan dana tersebut, warga harus cermat menentukan bahan yang akan dibeli. Setelah seluruh belanjaan terkumpul, bahan tersebut diolah menjadi tumis trio cabai hijau yang menggunakan tempe, teri, dan kentang.
Keterbatasan anggaran justru menjadi tantangan tersendiri. Warga dituntut kreatif agar bahan yang tersedia tetap dapat menghasilkan hidangan yang nikmat.
Mas Pur dan Mpok Ciul kemudian menghadapi tantangan lain ketika berkunjung ke rumah Bu RW. Mereka diminta “menggerebek” kulkas untuk melihat bahan apa saja yang bisa dimanfaatkan menjadi menu masakan.
Tanpa mengetahui sebelumnya isi kulkas, keduanya harus memutar otak menentukan hidangan yang tepat. Kepala kakap yang ditemukan kemudian dipilih sebagai bahan utama untuk membuat mangut super kepala kakap.
Dari ayam crispy sambal matah, tumis trio cabai hijau, hingga mangut super kepala kakap, episode Masak Gesss kali ini menghadirkan beragam inspirasi masakan dengan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan keseharian warga.
Kehadiran Mpok Ciul dan Mas Pur juga membuat aktivitas memasak terasa lebih meriah. Interaksi dengan warga, berbagai tantangan, serta proses memasak bersama menjadi daya tarik tersendiri dalam episode Rawadenok.
Keseruan dan inspirasi memasak lainnya dapat disaksikan dalam Masak Gesss, setiap hari pukul 14.30–15.30 WIB hanya di MDTV. (*/san)
