TANGERANG SELATAN, VISTA.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bersama tim gabungan melakukan penyemprotan sejumlah ruas jalan untuk meminimalisir dampak sebaran abu vulkanik yang mengendap di badan jalan. Penyemprotan dilakukan pada Selasa (8/9/2026) dini hari mulai pukul 01.00 WIB.
Tiga koridor menjadi sasaran penanganan, yakni rute Terminal BSD–Jalan Ciater Raya–Bundaran Maruga–Jalan Ciater Raya–Terminal BSD, kemudian Pamulang Square–Sasak dan sebaliknya, serta Stasiun Rawa Buntu–Melati Mas dan sebaliknya.
Penyemprotan menggunakan armada pemadam kebakaran dengan metode dust suppression atau penyiraman. Metode ini dilakukan dengan membasahi endapan abu vulkanik di badan jalan agar tidak mudah kembali beterbangan akibat hembusan angin maupun aktivitas kendaraan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia bersama perangkat daerah dan unsur terkait turun ke lapangan untuk memastikan proses penyemprotan berjalan optimal.
“Penyemprotan ini kita lakukan untuk membasahi abu vulkanik yang mengendap di badan jalan, sehingga tidak kembali beterbangan akibat kendaraan maupun angin dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Pilar.
Menurut Pilar, kegiatan sengaja dilakukan pada malam hingga dini hari dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan mobilitas masyarakat.
“Kita lakukan pada malam sampai dini hari agar proses penanganannya lebih optimal dan tidak terlalu mengganggu mobilitas warga. Harapannya, sebelum aktivitas masyarakat kembali ramai pada pagi hari, endapan abu di ruas jalan sudah bisa kita kendalikan,” katanya.
Penanganan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK).
Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari Polres Tangerang Selatan, Kodim 0506 Tangerang, serta pihak pengembang.
Sebelumnya, Pemkot Tangsel telah melakukan rapat evaluasi bersama perangkat daerah terkait untuk menentukan langkah penanganan dampak sebaran abu vulkanik. Penyemprotan badan jalan menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan debu sekaligus mengurangi potensi abu kembali beterbangan.
Pilar mengatakan, penyemprotan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi di lapangan. Pemerintah juga akan mengevaluasi koridor jalan lainnya yang membutuhkan penanganan serupa.
“Ya kami berharap tiap hari ke depan ya kita lihat, kita review beberapa koridor jalan kan banyak sekali koridor jalan di Tangerang Selatan ya kita lakukan secara bertahap tim terus kita bagi ya untuk lakukan penyemprotan seperti itu,” jelasnya.
Metode dust suppression merupakan teknik pengendalian debu dengan membasahi permukaan agar partikel debu tidak mudah beterbangan. Dalam kondisi saat ini, metode tersebut diterapkan untuk mengendalikan endapan abu vulkanik yang berada di sejumlah badan jalan.
“Yang kita lakukan saat ini adalah bagaimana abu yang sudah mengendap tidak kembali beterbangan. Jadi kita basahi dengan penyiraman agar lebih terkendali dan kondisi jalan tetap aman serta nyaman bagi masyarakat,” pungkas Pilar. (*/san)
