JOMBANG, VISTA.CO.ID – Camelia Panduwinata Lubis alias Camel Petir memperlihatkan sisi lain dari kiprahnya sebagai penyanyi ketika berada di Jombang, Jawa Timur. Ia ikut larut dalam lantunan sholawat bersama para santri dan ulama.
Momen tersebut berlangsung dalam agenda ‘Bersholawat Bersama Seribu Rebana’ yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Camel Petir tampil berduet dengan Nana Mardiana. Keduanya membawakan Sholawat Yalal Wathon yang kemudian diikuti bersama-sama oleh peserta yang memadati lokasi.
Selain Yalal Wathon, mereka juga membawakan Sholawat Thoriqiyah dan Sholawat Nahdliyah.
Suasana semakin semarak ketika Cak Sodik bergabung dalam penampilan tersebut. Lagu ‘Gus Dur’ dan ‘Satu Abad NU’ turut dilantunkan sehingga membuat suasana acara semakin hidup.
Kehadiran Camel Petir di panggung tersebut menjadi bagian dari aktivitasnya sebagai penyanyi yang tidak hanya tampil dalam pertunjukan musik populer, tetapi juga mengambil bagian dalam kegiatan dengan karakter religi.
Iringan ribuan rebana yang dimainkan secara bersamaan membuat suasana semakin khidmat. Para peserta pun ikut bernyanyi dan bersholawat sehingga tercipta kebersamaan antara pengisi acara dan penonton.
Camel Petir yang juga dikenal sebagai kader PKB mengaku bangga dapat berada di tengah keluarga besar Nahdliyin yang sedang menjalankan salah satu agenda penting organisasinya.
“Sangat bangga menjadi keluarga besar Nahdliyin yang tengah memilih pemimpin barunya, yakni Ketua Umum PBNU,” ungkap Camel Petir saat dihubungi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi salah satu panggung yang memperlihatkan kemampuan Camel Petir membawakan musik bernuansa religi. Namun, di luar kehadirannya di Jombang, perjalanan Camel Petir tetap lekat dengan aktivitasnya sebagai penyanyi dan figur publik yang terus menjaga eksistensi di tengah masyarakat.
Melalui berbagai aktivitas tersebut, Camel Petir berupaya mempertahankan kiprahnya sekaligus membuka ruang yang lebih luas untuk berkarya melalui musik. (*/san)
