SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTainment
Beranda » VistaTainment » Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula, Cegah Anak-Anak Jadi Korban Narkoba

Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula, Cegah Anak-Anak Jadi Korban Narkoba

Spesial Screening & Press Conference Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula di XXI Metropole, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) malam. (Foto - PANEN Entertainment)
Spesial Screening & Press Conference Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula di XXI Metropole, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) malam. (Foto - PANEN Entertainment)

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Film drama anak-anak bertajuk MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula, karya sutradara Franklin Darmadi, akan tayang di bioskop mulai 6 Agustus 2026.

Film garapan rumah produksi PANEN Entertainment ini, didukung penuh oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Film tersebut dibintangi oleh Bukie Mansyur, Sarah Sechan, Unang Bagito,  Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J. ED, Aradhana Rahadi, Alby Ersani, dan masih banyak lagi.

Sarah Sechan mengaku suka dengan jalan cerita film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula, karena temanya memerangi dan mencegah narkotika masuk ke ruang anak-anak.

“Jujur ngeri sih lihat peredaran narkotika zaman sekarang, anak-anak sudah jadi korban,” ucapnya di Spesial Screening & Press Conference Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula di XXI Metropole, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) malam.

Film TANAH RUNTUH: Angkat Kisah Kemanusiaan tentang Anak dengan Down Syndrome

Lewat film ini, Sarah Sechan pun berharap bisa menjadi edukasi bagi masyarakat luas.

“Semoga lewat film ini peredaran narkotika yang bikin orang dewasa dan anak-anak bisa teratasi dan diberantas,” harapnya.

Spesial Screening & Press Conference Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula di XXI Metropole, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) malam. (Foto - PANEN Entertainment)
Spesial Screening & Press Conference Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula di XXI Metropole, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) malam. (Foto – PANEN Entertainment)

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol. Muhammad Zainul Muttaqien mengatakan bahwa pihaknya mendukung film ini, karena selaras dengan visi misi BNN.

Dijelaskannya, sampai saat ini, sudah ribuan anak-anak yang jadi korban kejahatan narkotika. 

“Berdasarkan data dari BRIN di tahun 2023, ada 3,3 juta jiwa terpapar narkoba. Anak-anak berapa? Usia 15 sampai 25, ada 312.000 orang terpapar,” kata Zainul Muttaqien. 

Tre Amor Vati Rilis Single Perdana “Perih”, Lagu yang Tertunda Selama Dua Dekade

“Artinya ada 9,5 persen dari jumlah tersebut anak-anak kita terpapar narkoba,” tambahnya.

Guna mendukung Program Indonesia Emas 2045, BNN mendukung film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula untuk jadi edukasi ke masyarakat.

“Lewat film ini kami berharap, jadi Pencegahan agar tidak ada lagi anak-anak Indonesia jadi korban atau terpapar narkotika,” ujar Zainul Muttaqien. 

Spesial Screening & Press Conference Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula di XXI Metropole, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) malam. (Foto - PANEN Entertainment)
Spesial Screening & Press Conference Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula di XXI Metropole, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) malam. (Foto – PANEN Entertainment)

Sinopsis

Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula menawarkan perpaduan aksi, petualangan, dan misteri yang dibalut cerita persahabatan remaja. 

Higgs Games Island akan Datangkan Legenda Sepak Bola Luís Figo ke Jakarta

Cerita dimulai ketika empat sahabat karib bernama Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas melakukan perjalanan untuk survei lokasi kegiatan jambore. Mereka ditemani Pak Wira, seorang guru disiplin yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut.

Awalnya perjalanan berlangsung penuh semangat dan keceriaan. Namun suasana berubah drastis ketika mereka tiba di sebuah desa yang menjadi lokasi perkemahan. Di tempat itu, Bagas tiba-tiba menghilang secara misterius tanpa meninggalkan jejak yang jelas.

Keanehan semakin terasa karena sebelum menghilang, Bagas menunjukkan perubahan perilaku yang membuat teman-temannya merasa khawatir. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh ketiga sahabatnya.

Satu-satunya petunjuk yang ditemukan adalah potongan kembang gula favorit Bagas. Benda sederhana itu kemudian menjadi awal perjalanan penuh tantangan untuk mengungkap misteri yang terjadi.

Kirana, Hanna, dan Gerald pun berusaha menyusuri setiap petunjuk yang ada. Mereka menghadapi berbagai rintangan dan situasi menegangkan demi menemukan keberadaan sahabat mereka yang hilang.

Melalui kisah tersebut, film MAJU tidak hanya menghadirkan ketegangan dan petualangan, tetapi juga mengangkat nilai persahabatan, keberanian, kerja sama, dan semangat pantang menyerah yang relevan bagi penonton muda maupun keluarga. (Ign)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

05

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

08

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

09

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

Pilihan Editor