SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaStyle
Beranda » VistaStyle » Cigarnesia 2026 Jadi Etalase Kebangkitan Budaya Cerutu Indonesia

Cigarnesia 2026 Jadi Etalase Kebangkitan Budaya Cerutu Indonesia

Founder Sultan Cigar Indonesia, Frederiko Ratu Kedang alias Om Fred. (Foto - Dok. vista.co.id)
Founder Sultan Cigar Indonesia, Frederiko Ratu Kedang alias Om Fred. (Foto - Dok. vista.co.id)

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Industri cerutu nasional terus menunjukkan geliat positif. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme para pecinta cerutu dalam ajang Cigarnesia 2026 yang digagas PT Sejahtera Cerutu Indonesia atau Sultan Cigar Indonesia. 

Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Juni 2026 di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, tidak hanya menjadi tempat menikmati cerutu premium, tetapi juga ruang edukasi dan promosi budaya cerutu Indonesia.

Founder Sultan Cigar Indonesia, Frederiko Ratu Kedang atau yang akrab disapa Om Fred, mengatakan tingginya minat pengunjung menunjukkan bahwa cerutu lokal semakin diterima sebagai bagian dari gaya hidup modern yang mengedepankan kualitas, pengalaman, dan interaksi sosial.

“Animo teman-teman penyigar sangat luar biasa. Mereka datang bukan hanya untuk menikmati cigar, tetapi juga ingin memahami proses pembuatan, karakter rasa, hingga budaya di balik cerutu Indonesia,” ujar Om Fred di sela kegiatan, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, perkembangan komunitas penyigar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan. 

Gery Gany Meriahkan Millway Sunday Walk 5K, Ajak Generasi Muda Terapkan Gaya Hidup Sehat

Jika sebelumnya cerutu identik dengan kalangan tertentu, kini semakin banyak generasi muda profesional yang tertarik mengenal cerutu sebagai bagian dari pengalaman menikmati produk tembakau premium yang sarat nilai seni dan tradisi.

Cigarnesia 2026 hadir sebagai wadah yang mempertemukan produsen, pengrajin, komunitas, hingga penikmat cerutu dalam satu ruang yang terbuka.

Pengunjung tidak hanya disuguhi berbagai varian cerutu premium produksi Sultan Cigar Indonesia, tetapi juga berkesempatan berdialog langsung dengan para torcedor atau penggulung cerutu yang selama ini menjadi ujung tombak industri cerutu premium.

Melalui interaksi tersebut, para pengunjung dapat memahami proses panjang pembuatan cerutu, mulai dari pemilihan daun tembakau, fermentasi, pencampuran daun pembungkus, hingga teknik penggulungan yang membutuhkan keterampilan dan ketelitian tinggi.

“Banyak yang belum mengetahui bahwa sebuah cerutu premium dibuat melalui proses yang panjang dan sebagian besar masih mengandalkan keterampilan tangan manusia. Di situlah nilai seni dan eksklusivitasnya,” kata Om Fred.

PERWATUSI Rayakan Hari Lansia Nasional, Ajak Hidup Sehat dan Bahagia

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara penghasil tembakau berkualitas dunia. Daerah seperti Jember, Temanggung, Madura, hingga Deli memiliki karakter tembakau yang menjadi bahan baku penting dalam industri cerutu. 

Potensi tersebut, menurut Om Fred, perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat agar produk cerutu nasional semakin mendapat apresiasi di dalam negeri maupun pasar internasional.

Selain memperkenalkan produk, Cigarnesia juga mengusung misi membangun budaya menikmati cerutu secara bertanggung jawab melalui edukasi mengenai penyimpanan, pemilihan ukuran cerutu, hingga cara menikmati aroma dan cita rasa yang tepat.

“Cigarnesia bukan sekadar event menikmati cerutu, tetapi juga ruang silaturahmi, edukasi, dan apresiasi terhadap budaya cigar Indonesia,” ujarnya.

Suasana hangat dan penuh keakraban tampak mewarnai jalannya acara. Para peserta berasal dari berbagai komunitas cerutu di sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali hingga kota-kota lain yang kini mulai memiliki komunitas penyigar aktif.

Leo Club Karisma, Komunitas Anak Muda Gelar Aksi Nyata Peduli Disabilitas

Pengamat gaya hidup dan komunitas premium menilai perkembangan budaya cerutu di Indonesia tidak hanya berdampak pada industri tembakau, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif, pariwisata, hingga pengembangan UMKM yang terlibat dalam rantai pasok industri cerutu.

Melalui Cigarnesia 2026, Sultan Cigar Indonesia berharap masyarakat semakin memahami bahwa cerutu bukan semata produk konsumsi, melainkan bagian dari warisan budaya, seni kerajinan tangan, dan pengalaman sosial yang memiliki nilai historis serta ekonomi.

Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk lokal berkualitas, Cigarnesia diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam industri cerutu dunia. (*/Ign)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

05

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

08

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

09

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

Pilihan Editor