JAKARTA, VISTA.CO.ID – Lagu “siapa yang tahan” dari Stevan Pasaribu dan Andi Rianto membawa kisah tentang seseorang yang akhirnya menyadari bahwa cinta tidak selalu harus dipertahankan dalam bentuk hubungan yang terus memberikan luka.
Diangkat dari dinamika hubungan yang sudah tidak sehat, lagu ini bercerita tentang seseorang yang berulang kali mencoba bertahan karena berharap keadaan dapat kembali seperti semula. Namun, luka yang terus berulang membuat kesetiaan tersebut perlahan kehilangan maknanya ketika hanya diperjuangkan oleh satu pihak.
Bersama Andi Rianto dan Kamga, Stevan menuangkan kisah tersebut dalam lirik yang menggambarkan karakter pasangan yang keras kepala dan egois. Emosi kemudian semakin kuat ketika lagu memasuki bagian chorus yang menggambarkan bahwa setiap orang memiliki batas.
Bagi Stevan, batas tersebut penting untuk diakui ketika seseorang telah terlalu lama menempatkan dirinya di dalam hubungan yang membuatnya terluka.
“Lewat lagu ini, aku ingin menyampaikan cerita tentang seseorang yang sudah terlalu lama bertahan dalam sebuah hubungan yang sebenarnya sudah banyak melukainya,” kata Stevan.
Ia juga melihat bahwa bertahan dalam hubungan sering kali bukan karena keadaan masih baik, melainkan karena seseorang masih memegang harapan untuk kembali kepada kondisi yang pernah membahagiakan.
Namun, ketika sebuah hubungan hanya bisa dipertahankan oleh satu orang, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana perjuangan itu harus dilakukan.
“Sampai akhirnya kita sadar bahwa hubungan itu nggak bisa diperjuangin sendirian,” ujar Stevan.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti “siapa yang tahan”. Lagu ini ingin menemani mereka yang berada di persimpangan antara tetap bertahan atau mulai memberi ruang kepada dirinya sendiri.
Melalui perpaduan vokal Stevan dan aransemen cinematic Andi Rianto yang diperkuat orkestrasi Budapest Scoring Orchestra, cerita dalam lagu terasa semakin emosional. Musik tidak hanya mengiringi kisah hubungan yang berakhir, tetapi juga menggambarkan perjalanan batin seseorang ketika akhirnya menerima kenyataan.
Lagu ini sekaligus membawa pesan bahwa melepaskan tidak selalu berarti menghapus rasa cinta. Dalam kondisi tertentu, keputusan tersebut dapat menjadi langkah untuk menjaga diri agar tidak terus kehilangan bagian dari dirinya sendiri.
“Buat aku, ‘siapa yang tahan’ bukan cuma tentang berakhirnya sebuah hubungan, tapi tentang keberanian untuk mengakui bahwa kita juga punya batas dan berhak memilih diri sendiri,” tutur Stevan.
Single “siapa yang tahan” resmi dirilis pada 30 September 2026 dan sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Music video dan aktivitas lainnya dapat diikuti melalui channel YouTube Stevan Pasaribu Musica Official. (*/san)
