JAKARTA, VISTA.CO.ID – Album penuh perdana “island girl” menjadi ruang bagi grup vokal Indonesia no na untuk bercerita mengenai berbagai pengalaman yang dekat dengan kehidupan perempuan muda. Dirilis melalui label Amerika Serikat, 88rising, album ini terdiri dari 15 lagu dengan tujuh materi baru.
Empat anggota no na, Baila, Christy, Esther, dan Shaz, menghadirkan karya yang mengeksplorasi tema romansa, feminitas, persahabatan, rasa percaya diri, hingga keberanian dalam menjalani proses pendewasaan.
Tema-tema tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang ingin mereka gambarkan melalui “island girl”. Album tidak hanya menawarkan rangkaian lagu, tetapi juga memperlihatkan perkembangan karakter no na sebagai grup vokal yang membawa pengalaman mereka sebagai perempuan muda Indonesia.
Identitas Indonesia tetap mendapat tempat dalam produksi album. Sejumlah elemen lokal sengaja dimasukkan ke dalam lagu-lagu tertentu sehingga pendengar dapat menemukan sentuhan yang berbeda di tengah produksi musik modern.
Dalam “work”, misalnya, terdengar denting ceng-ceng. Sementara “rollerblade” menggunakan bunyi gamelan dan “honk!” menghadirkan suara klakson minibus sebagai bagian dari materi audionya.
Sebelum “island girl” resmi dirilis, no na juga memperkenalkan “speaker freaker (the long song)”. Karya berdurasi hampir 15 menit itu menyatukan delapan lagu dalam sebuah rangkaian musik dan visual.
Karya tersebut mencakup “rollerblade”, “work”, dan sejumlah lagu baru yang kemudian masuk dalam album. “Rollerblade” sendiri sebelumnya telah mendapatkan perhatian setelah viral secara global.
Nama no na juga memiliki makna tersendiri. Nama tersebut terinspirasi dari kata “nona”, yang merujuk pada perempuan muda dan kemudian menjadi identitas grup Baila, Christy, Esther, dan Shaz.
Kini, “island girl” telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Album perdana tersebut menjadi langkah baru no na bersama 88rising sekaligus memperkenalkan cerita dan warna musikal mereka kepada pendengar yang lebih luas. (*/san)
