SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTainment
Beranda » VistaTainment » Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama, Sang Raja Dangdut: Jangan Takut Ditinggal Anak Muda

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama, Sang Raja Dangdut: Jangan Takut Ditinggal Anak Muda

foto dok. ig@trilastriani
foto dok. ig@trilastriani

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Ada momen menarik dalam diskusi “Kelas Literasi Sinema Jadi Ruang Promosi Dangdut Menuju UNESCO” yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2026).

Pedangdut senior H. Mansyur S yang hadir dalam acara tersebut tiba-tiba mengangkat tangan ketika diskusi menghadirkan Rhoma Irama dan Dr. Mohammad Amin Abdullah sebagai narasumber. Namun, alih-alih melontarkan pertanyaan, pelantun “Rembulan Bersinar Lagi” itu justru meminta wejangan dari Rhoma Irama.

“Ji, kita kan sudah sama-sama tua. Makanya ane minta Haji memberikan petuah atau masukan agar musik dangdut bisa terus eksis dan berkembang di kalangan generasi muda?” ujar Mansyur S.

Pertanyaan tersebut sempat membuat Rhoma Irama tersentak sebelum kemudian tersenyum. Jawaban sang Raja Dangdut pun langsung mengarah pada pentingnya regenerasi dalam musik dangdut.

“Kita harus legowo menerima estafet. Setiap masa ada orangnya. Jadi jangan pernah takut dangdut ditinggal generasi muda. Kita yang sudah tua tinggal mengarahkan dan mengawal,” kata Rhoma.

Aku Cuma Punya Hati Versi Meiska Resmi Dirilis, Ada Bridge Baru di Bagian Solo Gitar

Menurut Rhoma, generasi senior tidak seharusnya memaksakan bentuk dangdut masa lalu kepada generasi muda. Perubahan selera dan cara menikmati musik merupakan bagian dari perjalanan sebuah genre.

“Sebagai pedangdut senior, kita tidak boleh terlalu ego. Jangan memaksakan kehendak agar anak muda menerima dangdut sesuai harapan kita yang senior,” tegasnya.

Rhoma juga melihat perkembangan teknologi sebagai bagian dari perubahan cara anak muda menikmati dan mengekspresikan musik. Karena itu, kehadiran platform digital maupun perpaduan dangdut dengan warna musik lain tidak perlu dipandang sebagai ancaman.

“Biarkan anak muda mengekspresikan kecintaannya kepada musik dangdut dengan caranya. Yang penting tetap menjaga norma agama dan akhlak mulia,” ujarnya.

Percakapan antara dua figur senior tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam diskusi yang membicarakan upaya memperkenalkan dangdut melalui sinema sekaligus mendorongnya menuju pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Teaser People Pleaser Tampilkan Karina yang Selalu Bilang Iya, Ada Apa dengan Keluarganya?

Pesan yang muncul cukup jelas: mempertahankan dangdut bukan berarti membuat musik tersebut berhenti pada bentuk yang sama. Justru generasi muda perlu diberi ruang untuk membawa dangdut ke berbagai bentuk ekspresi baru.

Bagi Rhoma, peran generasi senior adalah menjaga nilai dan identitas dangdut sembari memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk meneruskan perjalanan musik tersebut.

“Kita yang tua mengawal, yang muda meneruskan,” kata Rhoma. (*/san)

Dari Perjalanan Bermusik Sejak 2017, ASTRI Buka Babak Baru Bersama Tiga Dua 1
Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

Pilihan Editor