JAKARTA, VISTA.CO.ID – Film musikal Batak PULANG KAMPUNG menjadi proyek terbaru rumah produksi Imajinari yang memadukan cerita keluarga, romansa, komedi, musik, dan kekayaan budaya Batak. Film garapan Bene Dion Rajagukguk tersebut dijadwalkan tayang di bioskop pada 26 November 2026.
Proses produksi film ini melalui persiapan sekitar enam bulan. Tahap tersebut mencakup pembacaan naskah, latihan vokal, latihan koreografi, hingga rekaman lagu yang akan digunakan dalam film.
Persiapan panjang diperlukan karena film musikal menuntut para pemain untuk menggabungkan kemampuan akting, bernyanyi, dan menari. Setiap unsur harus saling mendukung agar pertunjukan musik tetap menjadi bagian dari cerita, bukan sekadar selingan.
Produser Ernest Prakasa mengatakan tim produksi memahami sejak awal bahwa format musikal memerlukan pendekatan berbeda dibandingkan film drama pada umumnya.
“Sejak Bene menyampaikan idenya, kami tahu musikal ini butuh persiapan yang berbeda. Lagu, akting, dan koreografi harus bisa membawa penonton menikmati dan merasakan energi yang sama. Kami ingin PULANG KAMPUNG menjadi pengalaman menonton yang hangat dan menyenangkan bagi banyak orang,” ujar Ernest.
Dalam proses pengerjaannya, produksi ini berkolaborasi dengan koreografer Dimas Praditya dan Associate Producer Bayu Pontiagust yang memiliki pengalaman mengerjakan format musikal. Kolaborasi tersebut mendukung penyatuan gerakan, lagu, dan penampilan para pemain.
Pengambilan gambar dilakukan di kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir, Sumatera Utara, serta Jakarta. Pemilihan lokasi tersebut membantu menghadirkan suasana kampung halaman yang menjadi bagian penting dalam perjalanan tokoh utama.
Cerita berpusat pada Daniel, pemuda Batak kelahiran Jakarta yang diperankan Axelo Nababan. Ia diminta pulang oleh ayahnya untuk mengenal budaya Batak sebagai persiapan menjadi calon anggota legislatif.
Di kampung halaman, Daniel ditemani Uli, sepupunya yang diperankan Vanessa Simorangkir. Perjalanan mereka menghadirkan berbagai pengalaman yang mempertemukan Daniel dengan tradisi, lingkungan, serta persoalan perasaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sutradara Bene Dion Rajagukguk mengungkapkan bahwa lagu-lagu Batak menjadi sumber awal pengembangan cerita.
“Cerita PULANG KAMPUNG berangkat dari lagu-lagunya, lalu saya mulai menulis perjalanan Daniel dan Uli dari sana. Harapannya, penonton bisa menikmati musiknya sekaligus mengikuti kisah mereka, termasuk yang belum akrab dengan lagu-lagu Batak,” ujar Bene.
Penata musik Viky Sianipar kemudian mengolah kembali lagu-lagu Batak untuk menyesuaikan kebutuhan adegan dan koreografi. Dalam trailer, cuplikan empat lagu diperkenalkan, yakni “Jamila”, “Pulo Samosir”, “Tortohon Ma”, dan “Tirismo Lae Bangkuang”.
Selain Axelo dan Vanessa, film ini turut dibintangi Judika Sihotang, Lea Simanjuntak, Rita Matu Mona, dan Paulus Simangunsong. Film diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika, dengan Bene Dion Rajagukguk sebagai sutradara serta Kristo Immanuel sebagai ko-sutradara.
Melalui perpaduan musik dan cerita yang mengambil latar budaya Batak, PULANG KAMPUNG berupaya menghadirkan tontonan yang menghibur sekaligus membuka ruang bagi penonton untuk mengenal lagu dan suasana kehidupan masyarakat Batak.
Film tersebut akan mulai tayang di bioskop pada 26 November 2026. Informasi terbaru dapat diikuti melalui Instagram dan TikTok @imajinari.id serta kanal YouTube Imajinari. (*/san)
