SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTainment
Beranda » VistaTainment » “Dominasi” Jadi Lagu Favorit Ade Govinda di Album Perdana Bersama Gloria Jessica

“Dominasi” Jadi Lagu Favorit Ade Govinda di Album Perdana Bersama Gloria Jessica

foto dok. mymusic records
foto dok. mymusic records

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Album “Blue.” bukan hanya mengandalkan tema patah hati, tetapi juga menawarkan proses kreatif yang digarap secara detail oleh Gloria Jessica dan Ade Govinda. Dari 11 lagu yang tersedia, Ade memiliki satu karya favorit yang menurutnya mengangkat tema yang cukup jarang dibicarakan dalam musik populer, yakni “Dominasi.”

Lagu tersebut bercerita tentang sebuah hubungan ketika salah satu pihak memilih memendam perasaan karena merasa pasangannya terlalu mengendalikan kehidupannya. Cerita dalam lagu ini bersifat fiktif dan terinspirasi dari sebuah kejadian yang didengar Ade.

“Dominasi” kemudian hadir dalam dua versi, yaitu versi utama dan “Dominasi (Acoustic Version)”. Versi akustiknya dibuat lebih sederhana dan intim sehingga menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan versi utama.

Selain pilihan tema, proses produksi album juga dikerjakan secara teliti. Tahap mixing disebut melalui belasan kali revisi pada setiap lagu untuk memastikan detail instrumen dan pelafalan lirik Gloria dapat terdengar dengan jelas.

“Kami mengerjakan album ini dengan hati yang bahagia, walaupun lagunya patah hati,” tambah Ade Govinda.

Stevan Pasaribu dan Andi Rianto Hadirkan Kisah Cinta Penuh Luka dalam “siapa yang tahan”

Detail kreatif juga terlihat pada lagu penutup “Blue”, yang sekaligus menjadi sumber judul album. Lagu ini menghadirkan kolaborasi bersama Mads Wegner, gitaris Mew, band yang menjadi salah satu favorit Ade Govinda.

Dalam proses tersebut, Jonas Bjerre, mantan vokalis Mew, turut terlibat sebagai recording engineer. Berbeda dari lagu-lagu lain yang bercerita melalui lirik, lagu “Blue” justru dibangun tanpa lirik dan memiliki durasi hampir delapan menit.

Karya tersebut dirancang sebagai semacam jeda panjang setelah sepuluh cerita sebelumnya. Komposisinya bergerak secara emosional dari titik awal hingga intensitas tinggi, dengan gitar, drum, dan bass menjadi elemen utama.

Pilihan untuk membuat lagu penutup tanpa lirik juga memperlihatkan keinginan Ade dan Gloria memberikan ruang interpretasi yang lebih luas kepada pendengar. Musik menjadi medium untuk merasakan kesedihan tanpa harus diarahkan oleh narasi verbal.

Ade juga berharap pendengar mau menikmati album secara utuh, bukan hanya lagu-lagu yang telah lebih dahulu dikenal seperti “Terbelah Jadi Dua” dan “Tanpa Batas Waktu”.

Mudgarden Mulai Kiprah di Skena Musik Rock dengan “Berag”

“Jadikan album ini sebagai peneman patah hatimu,” pesan Ade Govinda.

Sementara itu, Gloria memandang keseluruhan album sebagai perjalanan tentang cinta, kehilangan, dan harapan. Setelah delapan tahun sejak awal kolaborasi mereka pada 2018, “Blue.” akhirnya menjadi bentuk lengkap dari perjalanan musikal keduanya. (*/san)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

Pilihan Editor