SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaBiz
Beranda » VistaBiz » Pablo Fernandez Gagal Jadi Pendeta, Sukses Sebagai Pengusaha Bir

Pablo Fernandez Gagal Jadi Pendeta, Sukses Sebagai Pengusaha Bir

(Foto - @coronaextra.idn)
(Foto - @coronaextra.idn)

MEKSIKO, VISTANEWS.ID – Awalnya ia bercita-cita menjadi pendeta, dan akhirnya ia menciptakan bir paling terkenal di dunia. 

Pablo Diez Fernandez lahir di Spanyol dari keluarga petani sederhana. 

Saat itu, seminari hampir menjadi satu-satunya cara untuk mengakses pendidikan dan stabilitas, jika Anda tidak terlahir kaya. 

Dan Pablo tidak hanya melihat peluang. Ia juga merasakan panggilan religius yang sejati. 

Namun takdir sudah berkata lain. Ia berusia 20 tahun ketika masalah kesehatan memaksanya meninggalkan ordo religiusnya. 

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Hanya beberapa hari setelah ditahbiskan, apa yang tampak seperti akhir justru menjadi awal. Awal sebuah kekaisaran. 

Pada tahun 1905, dengan uang pinjaman dari para biarawan yang sama yang melatihnya, ia menyeberangi Atlantik ke Meksiko, tanpa menyadari bahwa ia akan mengubah sejarah selamanya. 

Ia tiba sebagai orang biasa dan mulai menguleni roti di sebuah toko roti sederhana. 

Bakatnya dalam berhitung membuat pemiliknya mempercayakan urusan akuntansi kepadanya. 

Dan hanya dalam beberapa tahun, dengan usaha dan pinjaman, ia membeli toko roti itu untuk dirinya sendiri. 

GrabFood dan Aldi Taher Gelar Festival Burger Dunia, Angkat Potensi Burger Lokal

Namun Pablo tidak puas. Ia menyadari bahwa semua ragi di Meksiko diimpor. Dan ia melihat peluang besar.

Ia menginvestasikan kembali keuntungan dari toko rotinya, mendatangkan investor kecil, dan mendirikan pabrik ragi pertama di negara itu. 

Hal ini menjadikannya pelopor industri makanan Meksiko. Dan inilah kisah epiknya: pada tahun 1922, ia meyakinkan sekelompok investor untuk bertaruh pada hal yang tak terpikirkan: mendirikan pabrik bir Meksiko. 

Ketika pasar didominasi oleh merek asing, Cerveceria Modelo lahir, dan hanya tiga tahun kemudian, pada tahun 1925, Corona lahir. 

Namun, jurus jitu datang pada tahun 1936 ketika rekannya berencana membeli semua saham, termasuk milik Pablo, untuk mengendalikan pabrik bir tersebut. 

Jakarta Fair Kemayoran 2026: Jadi Ruang UMKM Promosikan Produk Unggulan

Pablo bertindak gegabah dengan meminta pinjaman dari bank nasional dan akhirnya membeli saham semua orang. Dengan demikian, Corona menguasai seluruh kerajaan bisnisnya. 

Corona berubah dari merek lokal menjadi menaklukkan lebih dari 180 negara, menjadi bir Meksiko yang paling dikenal di dunia. 

Ia meninggal pada tahun 1972, masih menjadi salah satu pengusaha paling sukses. (Red/KD)

Bagikan Artikel

VistaTekno







VistaOto







Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

05

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

08

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

09

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

Pilihan Editor