JAKARTA, VISTA.CO.ID – Plaud semakin agresif memperluas bisnis perangkat AI wearable di Asia Tenggara dengan resmi memasuki pasar Indonesia. Perusahaan teknologi tersebut membawa dua produk andalannya, Plaud Note Pro dan Plaud NotePin S, untuk menyasar kebutuhan profesional di Tanah Air.
Indonesia menjadi salah satu dari enam pasar prioritas Plaud di Asia Tenggara, bersama Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Dengan skala ekonomi terbesar di kawasan, Indonesia diproyeksikan perusahaan menjadi pasar dengan kinerja terbaik Plaud di Asia Tenggara pada 2030.
Basis pengguna Plaud di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan sejak awal 2026. Penggunaan aktif mingguan Plaud di Tanah Air meningkat dua kali lipat pada semester pertama tahun ini.
“Seiring dengan kehadiran Plaud di Indonesia, kami ingin membantu para profesional mendapatkan kembali sumber daya mereka yang paling berharga, yaitu waktu,” ujar Megumi Yoshinaga, Head of APAC Marketing, Plaud.
Plaud melihat kebutuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya adopsi AI di kalangan pekerja Indonesia. Data PwC dalam Global Workforce Hopes and Fears 2025 menunjukkan 69 persen responden Indonesia telah menggunakan AI untuk bekerja. Di sisi lain, Work Trend Index 2025 dari Microsoft mencatat 88 persen pekerja Indonesia merasa tidak mempunyai cukup waktu atau energi untuk menyelesaikan pekerjaan.
Dari sisi produk, Plaud Note Pro menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat ringkas untuk merekam panggilan telepon dan percakapan secara langsung. Bentuknya menyerupai kartu kredit dan dapat ditempelkan secara magnetis pada bagian belakang ponsel yang kompatibel dengan MagSafe.
Adapun NotePin S dirancang untuk mobilitas yang lebih tinggi. Perangkat tersebut dapat digunakan sebagai kalung, klip, gelang, atau pin sehingga dapat digunakan dalam berbagai aktivitas seperti rapat, wawancara, konsultasi, hingga pekerjaan lapangan.
Keduanya mengandalkan Plaud Intelligence untuk mengubah rekaman percakapan menjadi transkrip dan rangkuman terstruktur. Sistem tersebut mendukung lebih dari 112 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda.
“Di Indonesia, kemajuan akan tercipta lebih baik ketika tetap menjunjung kebersamaan dan hubungan antarmanusia, yang menjadi semangat utama gotong royong,” kata Megumi.
Secara global, Plaud telah digunakan oleh lebih dari 2,5 juta profesional di lebih dari 170 negara. Dalam dua tahun, perusahaan juga mencatat pertumbuhan annual recurring revenue (ARR) dari US$1 juta menjadi US$100 juta dan menargetkan penjualan global sebesar US$500 juta pada tahun ini.
Untuk memperkuat penetrasi pasar Indonesia, Plaud memperluas distribusi melalui kanal daring dan luring. Produk-produknya kini tersedia di hampir 70 toko fisik melalui mitra ritel resmi, di antaranya Urban Republic, Gramedia, dan iBox.
Sementara untuk kanal online, konsumen dapat memperoleh produk Plaud melalui Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, serta situs resmi Plaud untuk wilayah Asia Tenggara. Plaud Note Pro dipasarkan dengan harga Rp3.499.000, sedangkan NotePin S dibanderol Rp3.449.000.
Plaud juga tengah menyiapkan pengembangan fitur AI agentic yang direncanakan hadir di Indonesia bulan depan. Fitur tersebut akan membantu pengguna mengolah insight dari percakapan sebelumnya menjadi email tindak lanjut, dokumen, dan pekerjaan lain yang dapat diteruskan ke aplikasi seperti Notion, Slack, dan Linear.
Ekspansi Indonesia menjadi bagian dari strategi Plaud untuk membangun basis pengguna yang lebih luas di Asia Tenggara. Perusahaan memperkirakan jumlah pengguna di Indonesia dapat melampaui 1 juta pada 2030. (*/san)
