JAKARTA, VISTA.CO.ID – Yayasan Bulir Padi (YBP) menggandeng Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FBIS Atma Jaya) meluncurkan Program Kewirausahaan Sosial YBP. Program tersebut dirancang untuk membekali anak muda dari komunitas prasejahtera agar mampu membangun usaha yang layak secara ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Program yang berlangsung pada September hingga November 2026 itu diikuti 25 anak muda binaan YBP tingkat SMA/SMK/sederajat. Mereka berasal dari tiga wilayah dampingan YBP, yakni Palmerah, Jakarta Barat, Marunda, Jakarta Utara, dan Bidara Cina, Jakarta Timur.
Program ini hadir di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi generasi muda. Berdasarkan data BPS Mei 2026, tingkat pengangguran terbuka usia 15-24 tahun mencapai 17,37 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran nasional sebesar 4,65 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan YBP mendorong kewirausahaan sebagai alternatif pembukaan akses ekonomi bagi anak muda dari komunitas rentan. Tidak hanya berorientasi pada keuntungan, usaha yang dikembangkan peserta diarahkan menggunakan prinsip Green Economy dan Circular Economy.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong memanfaatkan sumber daya lokal secara bertanggung jawab, mengurangi limbah, memperpanjang siklus penggunaan material, serta menciptakan nilai tambah melalui inovasi yang ramah lingkungan.
“Kewirausahaan sosial merupakan salah satu strategi paling efektif untuk membuka peluang ekonomi sekaligus menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan bagi anak muda binaan kami,” ujar Ketua Yayasan Bulir Padi, Tia Sutresna.
Menurut Tia, pendekatan social entrepreneurship diharapkan dapat membuat anak binaan dan alumni YBP tidak hanya memiliki kemampuan membangun usaha, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan di sekitarnya.
Program tersebut menggunakan pendekatan Community-Based Social Entrepreneurship. Peserta akan mengembangkan ide usaha berdasarkan kebutuhan masyarakat, potensi lokal, sumber daya wilayah, peluang ekonomi, serta persoalan lingkungan yang ditemukan di komunitas masing-masing.
Selama program, peserta mendapatkan pembekalan mulai dari pengantar kewirausahaan sosial, pemetaan komunitas dan potensi wilayah, Green Economy dan Circular Economy, design thinking, Business Model Canvas hingga penyusunan Social Business Plan.
Rangkaian pembekalan akan ditutup dengan pitching Social Business Plan pada 28 November 2026. Dalam tahap tersebut, peserta akan mendapatkan masukan dari sejumlah pihak sekaligus berkesempatan memperoleh seed funding bagi proposal usaha terbaik.
Kolaborasi YBP dan FBIS Atma Jaya juga melibatkan dosen, praktisi dan mahasiswa sebagai pemateri, evaluator maupun mentor. Sementara dukungan pendanaan program dan seed funding diberikan PT Lautan Luas Tbk.
Hingga kini, YBP telah melayani lebih dari 1.800 penerima manfaat melalui berbagai program pemberdayaan selama lebih dari dua dekade. Selain Palmerah, program YBP kini menjangkau Bidara Cina, Marunda, Kramat Jati hingga Tangerang. (*/san)
