JAKARTA, VISTA.CO.ID – Rumah Sakit (RS) Sumber Waras resmi meluncurkan layanan baru berupa area terpisah khusus bagi pasien infeksi, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Yayasan Kesehatan Sumber Waras dan RS Sumber Waras, Senin (17/8/2026).
Direktur Utama RS Sumber Waras, dr. Tri Hesty Widyastoeti, Sp.M., MPH, menyampaikan bahwa layanan baru tersebut menghadirkan area khusus yang memisahkan alur pasien infeksi dari pasien umum, mulai dari akses masuk hingga ruang pemeriksaan.
Area ini mencakup klinik DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) untuk penanganan tuberkulosis, ruang rawat isolasi untuk TB maupun penyakit infeksi lainnya, serta laboratorium mikrobiologi yang letaknya berdekatan.
“Sekarang RS Sumber Waras ini membuat area terpisah untuk pasien-pasien yang infeksi. Jadi akses juga bisa langsung dari depan, bisa langsung parkir. Nah di sana ada klinik DOTS, kemudian ada ruang rawat isolasi untuk TB maupun infeksi yang lain juga. Kemudian area dekatnya adalah laboratorium mikrobiologi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, layanan mikrobiologi di RS Sumber Waras kini didukung fasilitas yang lengkap serta ditangani oleh dua dokter mikrobiolog yang bertugas pada shift pagi dan sore. Kesiapan ini memungkinkan RS Sumber Waras menerima rujukan pemeriksaan mikrobiologi dari rumah sakit lain yang belum memiliki layanan serupa.

“Nah disini mikrobiologi kami juga sudah lengkap. Dan ada dokter mikrobiolognya dua orang pagi dan sore. Sehingga pemeriksaan itu bisa lebih untuk rumah sakit lain. Bagi yang belum punya mikrobiologi juga bisa dikirim ke sini. Bisa dirujuk ke sini,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Tri Hesty mengungkapkan bahwa ruang bekas klinik DOTS akan dialihfungsikan menjadi klinik HIV, sehingga seluruh area tersebut secara keseluruhan menjadi kawasan layanan infeksi yang terintegrasi.
“Jadi nanti yang bekas ruang DOTS yang sebelumnya itu akan menjadi yang klinik HIV. Jadi kita, semua area ini adalah area infeksi,” katanya.
Dari sisi keamanan dan kenyamanan, RS Sumber Waras juga telah melengkapi ruang isolasi dengan sistem tekanan negatif serta memusatkan seluruh fasilitas penunjang, termasuk pemeriksaan dahak, dalam satu area yang berdekatan agar mempermudah pasien.
“Nah, tadi juga ruang isolasinya ada keterangan negatif, sudah kita pasang. Semuanya adalah kelengkapan itu juga untuk pemeriksaan dahak juga semua dalam satu area dan dekat-dekat jadi pasien tidak susah,” tuturnya.
Ia menambahkan, layanan klinik DOTS di RS Sumber Waras turut menerima pasien peserta BPJS Kesehatan dan saat ini sudah mulai beroperasi di lokasi barunya tersebut.
“Jadi klinik DOTS pun kita BPJS sudah ada. Tinggal pindahin ke sini dan kita sudah mulai operasional,” pungkas dr. Tri Hesty Widyastoeti.
Peresmian layanan baru ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam peringatan HUT ke-64 Yayasan Kesehatan Sumber Waras dan Rumah Sakit Sumber Waras, sekaligus menjadi wujud komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya penanganan penyakit infeksi seperti tuberkulosis dan HIV, bagi masyarakat. (Ign)
