SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTainment
Beranda » VistaTainment » Gejolak Cinta di Hati Prinsa Mandagie dalam Lagu Kembali Ke Aku  

Gejolak Cinta di Hati Prinsa Mandagie dalam Lagu Kembali Ke Aku  

Prinsa Mandagie merilis single Kembali Ke Aku. (Foto - Istimewa)
Prinsa Mandagie merilis single Kembali Ke Aku. (Foto - Istimewa)

JAKARTA, VISTANEWS.ID – Bagi penyanyi Prinsa Mandagie lagu bukan sekadar melodi, melainkan sebuah pernyataan hati yang mendalam. Sebuah refleksi gejolak cinta.

Berangkat dari pengalaman dan perasaan itulah lahir lagu Kembali Ke Aku, single terbarunya yang penuh emosi.

Dirilis di seluruh platform digital streaming Indonesia, karya terbaru Prinsa Mandagie ini siap menjadi soundtrack bagi mereka yang sedang berjuang menemukan kembali jati diri.

“Makna ‘Kembali Ke Aku’ itu adalah saat diri kita menyadari bahwa ternyata menghargai dan memilih diri kita sendiri terlebih dahulu adalah yang utama,” ungkap Prinsa.

Tak berhenti di sana, ia pun membeberkan bahwa lirik-lirik kuat dalam single ‘Kembali Ke Aku’ bukanlah fiksi belaka.

Danty Istikha Bagikan Pengalaman Perundungan, Ingatkan Bahaya Candaan Fisik

“Kisah ini berasal dari kesakitan di masa lalu yang pernah kehilangan diri sendiri,” tambahnya.

Untuk menggarap karya yang begitu personal ini, Prinsa Mandagie mempercayakan tangan dingin Lafa Pratomo sebagai produser. 

Kekagumannya terhadap jejak karya Lafa sebelumnya dan keyakinan bahwa Lafa dapat menerjemahkan ide serta emosinya menjadi melodi yang menyentuh menjadi alasan utama kolaborasi ini.

Dalam aransemen dan produksi, Prinsa menginginkan sebuah kesederhanaan, sebuah simplicity yang bertujuan agar pesan dan emosi lagu dapat langsung merasuk ke hati pendengar, tanpa terhalang ornamen musik yang berlebihan.

Salah satu potongan lirik ‘Kembali Ke Aku’ yang paling mengena bagi Prinsa adalah “Daripada ku kehilangan diriku, lebih baik ku kehilangan kamu.”

Luvia Band Perkenalkan Formasi Terkini Lewat ‘Jangan Menangis Untukku’

Kalimat ini secara gamblang menggambarkan dilema ketika cinta justru membuat seseorang kehilangan jati diri, di mana melepaskan terkadang menjadi cara paling bermartabat untuk memperjuangkan harga diri. (Red/KD)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

Pilihan Editor