JAKARTA, VISTA.CO.ID – Inovasi penggunaan baja dalam dunia arsitektur Indonesia akan dibawa ke panggung regional melalui lima proyek terpilih dalam ASEAN Steel Architectural Awards 2026 di Bangkok, Thailand, pada 20 November 2026. Masing-masing proyek menawarkan pendekatan berbeda dalam memanfaatkan material baja, mulai dari kebutuhan hunian hingga fasilitas publik dan ketahanan estetika bangunan.
Kelima proyek tersebut terdiri atas empat pemenang Steel Architectural Awards (SAA) Indonesia 2026 dan satu penerima penghargaan khusus. Seleksi ini menunjukkan bagaimana material baja dapat diterapkan dengan mempertimbangkan fungsi, kebutuhan ruang, karakter desain, serta kondisi lingkungan.
IC House, hunian dengan eksplorasi struktur baja
IC House karya Angkasa Architects, yang dirancang oleh Ar. Jeffri Angkasa, IAI, terpilih sebagai pemenang kategori Residential. Proyek ini mengeksplorasi penggunaan baja pada atap dan struktur bangunan untuk mendukung fleksibilitas ruang serta pencahayaan alami.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana elemen struktural dapat menjadi bagian dari konsep desain tanpa mengabaikan kebutuhan kenyamanan penghuni dan penggunaan bangunan dalam jangka panjang.
Euroasiatic Head Quarter, dukung kebutuhan industri
Dari sektor hunian, penggunaan baja beralih ke bangunan industri melalui Euroasiatic Head Quarter. Proyek karya PT Pandega Desain Weharima dengan arsitek Ar. M. Archica Danisworo, IAI, ini meraih penghargaan kategori Industrial.
Struktur baja bentang lebar atau long span menjadi salah satu pendekatan utama untuk memberikan keleluasaan dalam pengaturan ruang. Konsep tersebut dirancang untuk mengakomodasi beragam aktivitas perkantoran dan operasional industri.
Jakarta Premium Outlet, penerapan baja pada bangunan komersial
Proyek Jakarta Premium Outlet, yang juga dirancang PT Pandega Desain Weharima bersama Ar. M. Archica Danisworo, IAI, menjadi pemenang kategori Commercial. Penggunaan material baja lapis atau coated steel menjadi bagian dari pendekatan desain yang mempertimbangkan karakter ruang dan kebutuhan operasional fasilitas komersial.
Proyek ini menunjukkan penerapan baja pada bangunan berskala besar yang harus mengakomodasi aktivitas pengunjung sekaligus kebutuhan pengelolaan fasilitas.
Desa Binaan Tampelas, baja untuk mendukung aktivitas masyarakat
Pada kategori Public & Institutional, Desa Binaan Tampelas karya PT Pandega Desain Weharima dengan arsitek Ar. Prasetyoadi, IAI, terpilih sebagai pemenang. Proyek ini mengangkat penggunaan baja pada struktur dan atap untuk mendukung fungsi bangunan serta fleksibilitas ruang bagi aktivitas masyarakat.
Kehadiran proyek tersebut memperlihatkan bahwa eksplorasi material baja tidak hanya berkaitan dengan hunian atau fasilitas komersial, tetapi juga dapat diterapkan pada bangunan yang mendukung kebutuhan sosial dan kelembagaan.
Abadi Klender Center, soroti estetika dan ketahanan warna
Berbeda dari empat proyek lainnya, Abadi Klender Center memperoleh penghargaan khusus Special Recognition – Lasting Beauty of COLORBOND® Steel. Proyek karya PT Pavilion Sembilanlima dengan arsitek Ar. Cahyo Wilis Candrawan, IAI., GP, diapresiasi melalui kategori yang menyoroti nilai estetika dan ketahanan warna material COLORBOND® Steel.
Kategori khusus ini ditujukan bagi bangunan yang telah beroperasi penuh minimal lima tahun dan menggunakan material tersebut, dengan perhatian pada kemampuan mempertahankan karakter visual serta kualitas estetika dalam jangka panjang.
Vice President Marketing and Sales PT NS BlueScope Indonesia, Irfan Fauzie, menilai ajang ini sebagai peluang penting untuk memperkenalkan inovasi arsitektur nasional ke tingkat regional.
“Kami optimistis karya-karya arsitek Indonesia dapat bersaing dengan baik di tingkat regional ASEAN. Ajang ini menjadi wadah untuk menunjukkan kualitas standar arsitektur dan inovasi material dari Indonesia ke kancah internasional,” kata Irfan.
Kelima proyek tersebut akan berhadapan dengan karya dari sejumlah negara peserta, yakni Malaysia, Vietnam, dan Thailand, dalam ASEAN Steel Architectural Awards 2026 di Bangkok. Pemenang utama tingkat ASEAN akan memperoleh kesempatan mengikuti Architecture Learning & Networking Trip selama satu minggu ke fasilitas utama BlueScope di Australia.
Program SAA Indonesia sendiri telah diselenggarakan empat kali, yakni pada 2017, 2019, 2024, dan 2026. Melalui kolaborasi PT NS BlueScope Indonesia dan Ikatan Arsitek Indonesia, ajang ini mengkurasi karya-karya arsitektur berbasis baja untuk memperlihatkan keragaman pendekatan desain dan pemanfaatan material.
Keikutsertaan lima proyek tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi arsitek Indonesia untuk menunjukkan kemampuan inovasi, sekaligus memperkenalkan potensi arsitektur nasional kepada industri dan komunitas profesional di kawasan ASEAN. (*/san)
