KABUPATEN TANGERANG, VISTA.CO.ID – PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) memperkuat strategi ekspansi bisnis melalui peresmian pabrik PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI) di Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026). Fasilitas manufaktur ini diharapkan meningkatkan kapasitas produksi popok sekaligus mendukung pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas perusahaan.
Pabrik MNPI memiliki kemampuan produksi hingga 800 popok per menit dengan dukungan teknologi inti penyerap lima lapis berbasis Super Absorbent Polymer (SAP). Teknologi tersebut memungkinkan pengembangan produk dengan kemampuan penyerapan dan retensi cairan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
MNPI merupakan perusahaan patungan antara MMIX dan Fujian Nice Paper Hygiene Products Co., Ltd. Kerja sama ini menggabungkan kemampuan distribusi dan pengembangan pasar MMIX dengan keahlian manufaktur serta teknologi dari mitra asal Tiongkok tersebut.
Fasilitas baru ini akan mendukung pengembangan merek popok bayi MIUBaby dan menyediakan peluang produksi bagi mitra melalui skema OEM, ODM, serta private label. MNPI juga memiliki potensi kapasitas produksi hingga sekitar 1,718 miliar popok per tahun, dengan pengembangan secara bertahap mengikuti permintaan pasar.
Dari sisi kinerja keuangan, MMIX menargetkan pendapatan sekitar Rp473 miliar pada 2027. Angka tersebut meningkat sekitar 21,91 persen dibandingkan target pendapatan Rp388 miliar pada 2026.
Perseroan juga menargetkan EBITDA sebesar Rp116 miliar pada 2027, dibandingkan target Rp88 miliar pada 2026. Target ini mencerminkan pertumbuhan sekitar 31,82 persen.
Selain target pendapatan dan EBITDA, perusahaan memaparkan simulasi mengenai potensi dampak fasilitas manufaktur terhadap profitabilitas. Dalam simulasi untuk 2027, skenario dengan keberadaan pabrik memproyeksikan laba kotor sebesar US$12,25 juta, dibandingkan US$10,92 juta pada skenario tanpa pabrik.
Margin laba kotor dalam simulasi tersebut diproyeksikan meningkat dari 41,2 persen menjadi 46,3 persen. Adapun laba bersih diproyeksikan mencapai US$2,55 juta dengan pabrik, dibandingkan US$1,51 juta tanpa pabrik, atau sekitar 69,1 persen lebih tinggi.
Margin laba bersih pada skenario tersebut juga diproyeksikan meningkat dari 5,7 persen menjadi 9,6 persen. Namun, angka-angka ini merupakan simulasi, bukan hasil keuangan yang telah terealisasi. Pencapaiannya akan dipengaruhi oleh utilisasi fasilitas, efisiensi operasional, serta penyerapan produk di pasar.
Peresmian MNPI turut dihadiri Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Andi Yuslim Patawari, serta Gabriel Rey selaku Founder TRIV Group dan Rata Kanan Capital. Rangkaian kegiatan juga mencakup talkshow, sesi tanya jawab dengan media, dan kunjungan ke fasilitas produksi.
Melalui penguatan manufaktur, MMIX berupaya memperluas kemampuan produksi, memperkuat jaringan distribusi, serta meningkatkan daya saing di industri produk higienis. Keberhasilan strategi tersebut akan bergantung pada kemampuan perusahaan mengoptimalkan fasilitas dan memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan. (*/san)
