SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTainment
Beranda » VistaTainment » Tribute to Pestolaer Hadir dalam Format Kaset, Hearing Session Digelar di Psychocandy Records

Tribute to Pestolaer Hadir dalam Format Kaset, Hearing Session Digelar di Psychocandy Records

foto dok. lost wave record
foto dok. lost wave record

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Proyek penghormatan terhadap Pestolaer akan memasuki babak baru melalui perilisan album Tribute to Pestolaer: Nothing Best But Friends pada 11 Oktober 2026. Selain menghadirkan karya musik dalam format kaset, proyek ini juga melibatkan kegiatan hearing session dan kolaborasi merchandise yang menghubungkan musik dengan kultur independen.

Diinisiasi oleh popaktif.id bersama Lost Wave Record, album tersebut menghadirkan 12 band lintas generasi yang menginterpretasikan kembali lagu-lagu Pestolaer. Para peserta membawa pendekatan masing-masing untuk memberikan warna baru terhadap karya band yang menjadi bagian dari skena underground Jakarta sejak era 1990-an.

Hearing session dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober 2026 di Psychocandy Records, Kemang, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertemuan yang melibatkan sejumlah pelaku musik dan pegiat skena independen, bertepatan dengan tanggal perilisan album.

Setelah agenda tersebut, penyelenggara berencana melanjutkan rangkaian kegiatan dengan release party. Kehadiran acara lanjutan ini membuka ruang bagi proyek tribute untuk berkembang melampaui perilisan rekaman semata.

Pestolaer dibentuk pada 1992 oleh Taba, Nyoman, P.A, dan Boris. Mereka mengawali perjalanan dengan musik punk rock sebelum beralih ke ranah indie rock dan Madchester pada 1994. Perjalanan tersebut menjadi latar bagi penghormatan yang kini diwujudkan melalui karya musisi lintas generasi.

Enam Bulan Persiapan, ‘PULANG KAMPUNG’ Hadirkan Budaya Batak dalam Format Film Musikal

Sebanyak 12 band terlibat dalam album, yakni And Bellyaches, Furs, Fuzzya, Gudtings, Kebunku, Lipgloss, Lucy Enigma, Shakaboyd, The Bunbury, The Corner Of My Room, The North Palm, dan The Portray. Mixing dikerjakan masing-masing band, sedangkan mastering ditangani Danu Ega Haryanto.

Proyek ini juga memperluas kolaborasi ke ranah visual dan merchandise. Gingham Box terlibat dalam kolaborasi merchandise, sementara Anggi Faradilla/Mica dari Lucy Enigma menangani artwork visual dan tata letak album.

Keterlibatan unsur visual dan merchandise menjadi bagian dari upaya mempertemukan musik, fashion, dan kultur independen dalam satu rangkaian perayaan. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya menawarkan interpretasi musikal, tetapi juga menghadirkan identitas visual yang mendukung keseluruhan konsep album.

Melalui Nothing Best But Friends, penyelenggara mempertemukan lagu, musisi, dan komunitas yang memiliki hubungan dengan perkembangan musik independen. Karya-karya Pestolaer kembali memperoleh ruang untuk didengar, dibicarakan, dan ditafsirkan oleh generasi yang berbeda.

Perilisan kaset pada 11 Oktober 2026 menjadi titik awal rangkaian perayaan tersebut, dengan hearing session sebagai ruang pertemuan awal dan release party yang direncanakan menyusul. (*/san)

Perjalanan Mighfar Suganda dari Masa Sulit hingga Menemukan Makna Lewat Musik

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

Pilihan Editor