JAKARTA, VISTA.CO.ID – Indonesia menjadi salah satu pasar wine Australia dengan pertumbuhan tercepat di Asia. Pada periode Juli 2025 hingga Juni 2026, volume ekspor wine Australia ke Indonesia meningkat 88 persen menjadi 864.000 liter, sedangkan nilai ekspornya naik empat kali lipat menjadi 21 juta dolar Australia.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu latar penting penyelenggaraan Australian Wine Showcase Southeast Asia 2026 di Jakarta pada 16 Oktober 2026. Acara yang berlangsung di The Westin Jakarta itu menjadi kota terakhir dalam rangkaian pameran yang menyambangi enam kota di Asia Tenggara.
Program bertema “Taste Beyond” tersebut mempertemukan produsen dan pembuat wine Australia dengan para mitra industri untuk memperkenalkan ragam produk, memperkuat hubungan perdagangan, serta menggali peluang bisnis di pasar regional.
Berdasarkan data untuk periode 12 bulan yang berakhir pada Juni 2026, nilai ekspor wine Australia ke Asia Tenggara mencapai 293,9 juta dolar Australia. Dalam lima tahun terakhir, kawasan tersebut mencatat rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 7,2 persen.
Di Indonesia, permintaan terhadap wine Australia terutama berasal dari kalangan ekspatriat, wisatawan mancanegara, serta konsumen berdaya beli tinggi di Jakarta dan Bali. Australia juga disebut sebagai salah satu dari tiga negara pemasok utama wine ke Indonesia.
Regional Manager Asia Pacific Wine Australia, Sarah Roberts, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi produsen untuk mendengarkan langsung perkembangan pasar dan kebutuhan para mitra lokal.
“Kami menantikan kesempatan untuk mendengar langsung dari para mitra mengenai perkembangan yang mereka amati di pasar masing-masing, hal-hal yang menjadi perhatian mereka, serta peluang yang mereka lihat bagi wine Australia,” kata Sarah.
Menurutnya, setiap pasar mempunyai karakteristik dan peluang berbeda. Pertemuan langsung di berbagai kota diharapkan membantu produsen memahami dinamika perdagangan lokal sekaligus menemukan potensi kerja sama yang lebih luas.
Showcase di Jakarta akan menghadirkan berbagai kegiatan, termasuk sesi mencicipi wine, kelas edukasi, dan interaksi dengan mitra industri. Peserta yang disasar meliputi importir, distributor, peritel, sommelier, serta pelaku usaha di sektor hospitality.
Selain memperluas jaringan bisnis, kegiatan ini juga memperkenalkan keberagaman wilayah penghasil wine Australia. Sebanyak 65 wilayah penghasil memiliki karakter berbeda berdasarkan iklim, tanah, ketinggian, dan kondisi geografis yang memengaruhi jenis anggur serta cita rasa produk.
Australian Wine Showcase Southeast Asia 2026 berlangsung pada 5–16 Oktober 2026, meliputi Bangkok, Ho Chi Minh City, Hanoi, Manila, Kuala Lumpur, dan Jakarta. Rangkaian tersebut melanjutkan program 2024 yang menarik hampir 800 pengunjung industri di empat pasar Asia Tenggara.
Dengan meningkatnya nilai perdagangan dan perluasan jangkauan pameran, Jakarta menjadi salah satu titik penting bagi produsen Australia untuk membangun komunikasi dengan mitra bisnis serta menjajaki peluang di pasar Indonesia. (*/san)
