JAKARTA, VISTA.CO.ID – Penumpang yang melakukan perjalanan antara Jakarta dan Singapura kini memiliki pilihan jadwal penerbangan yang lebih beragam. TransNusa meningkatkan frekuensi penerbangan pada rute tersebut menjadi empat kali sehari, setelah sebelumnya mengoperasikan tiga penerbangan setiap hari.
Penambahan frekuensi ini memungkinkan penumpang memilih waktu keberangkatan pada pagi, siang hingga malam hari. Bagi penumpang korporasi maupun wisatawan, pilihan tersebut dapat memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan jadwal perjalanan.
Group Chief Executive Officer TransNusa Datuk Bernard Francis menyebut peningkatan frekuensi dalam waktu kurang dari enam bulan menjadi bagian dari pertumbuhan operasional maskapai.
Peningkatan tersebut juga berlangsung setelah TransNusa memperoleh persetujuan tambahan frekuensi dari Singapore Changi Airport yang dikenal menerapkan standar operasional ketat.
“Peningkatan frekuensi penerbangan menjadi empat kali sehari di rute Jakarta–Singapura mencerminkan semakin besarnya kepercayaan terhadap brand TransNusa,” ujar Datuk Bernard Francis.
Ia juga menilai penambahan frekuensi secara bertahap memperlihatkan kemampuan TransNusa merespons perubahan kebutuhan pasar.
“Setelah memperkenalkan frekuensi penerbangan ketiga pada April 2026 dan kemudian meningkatkan frekuensi menjadi empat kali sehari, hal ini menegaskan agility komersial TransNusa dalam merespons kebutuhan pasar,” jelasnya.
Dalam jadwal terbaru, penerbangan Jakarta–Singapura tersedia empat kali sehari. Pesawat dengan nomor penerbangan 8B 151 berangkat pukul 07.55 dan tiba pukul 10.45. Kemudian 8B 153 berangkat pukul 11.55 dan tiba pukul 14.40.
Penerbangan tambahan menggunakan nomor 8B 157 berangkat pukul 17.40 dan tiba pukul 20.20. Sementara penerbangan malam 8B 155 berangkat pukul 19.45 dan tiba pukul 22.25.
Untuk arah sebaliknya, penerbangan 8B 152 berangkat dari Singapura pukul 11.45, disusul 8B 154 pukul 15.40. Penerbangan tambahan 8B 158 berangkat pukul 21.20, sedangkan penerbangan malam 8B 156 berangkat pukul 23.25 dan tiba di Jakarta pukul 00.10 pada hari berikutnya.
Seluruh penerbangan tersebut menggunakan armada Airbus A320. Dari Jakarta, penerbangan berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sedangkan di Singapura penumpang dilayani melalui Singapore Changi Airport Terminal 4.
Menurut Datuk Bernard, peningkatan frekuensi tidak hanya berkaitan dengan jumlah penerbangan, tetapi juga memberikan pilihan perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan penumpang.
“Frekuensi penerbangan yang lebih tinggi memungkinkan TransNusa memberikan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel bagi penumpang korporasi maupun wisatawan, sekaligus menawarkan pengalaman premium dengan harga yang tetap kompetitif,” ujarnya.
Pertumbuhan rute Jakarta–Singapura tersebut juga melanjutkan capaian TransNusa di Singapore Changi Airport. Pada Changi Airline Awards 2026, maskapai ini meraih penghargaan “Top Airlines by Absolute Passenger Growth (Southeast Asia)” dan tercatat sebagai maskapai Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut.
Sebagai bagian dari pengembangan layanan, TransNusa juga memperkenalkan produk kabin “Premium Plus” untuk penerbangan Melbourne–Bali. Produk tersebut diluncurkan pada 19 Oktober 2026 dengan layanan prioritas dan peningkatan batas bagasi.
Dengan penambahan frekuensi Jakarta–Singapura, TransNusa melanjutkan pengembangan jaringan internasional sekaligus menawarkan lebih banyak alternatif perjalanan bagi penumpang yang membutuhkan konektivitas antara Indonesia dan Singapura. (*/san)
