SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaSport
Beranda ยป VistaSport ยป Persaingan Tim di FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Persaingan Tim di FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai kualitas dan persaingan sepak bola di kawasan ASEAN sudah ketat dan sengit, sehingga perbedaan kekuatan antar tim yang tersaji di FIFA ASEAN Cup 2026 kian tipis. Foto: PSSI

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Erick Thohir, Ketua Umum PSSI menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai negara, sehingga perbedaan kekuatan antar tim yang tersaji di FIFA ASEAN Cup 2026 sangat tipis.

Menurut Erick, perkembangan tersebut membuat setiap pertandingan di ajang perdana FIFA di Asia Tenggara ini berlangsung sengit dan menarik. Laga-laga yang mempertemukan tim-tim seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan negara ASEAN lainnya menunjukkan bahwa kawasan ini tidak lagi memiliki pertandingan yang mudah diprediksi.

โ€œSekarang kualitas permainan negara-negara Asia Tenggara terus meningkat. Setiap tim memiliki kekuatan dan komposisi pemain yang semakin solid,โ€ ujar Erick dalam keterangannya seusai menyaksikan pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Arif Aiman, gelandang timnas Malaysia mendapat pengawalan ketat dari pemain Indonesia, Dean James dan Ragnar Oratmangoen pada laga FIFA Asean Cup 2026 di SUGBK Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Foto: Ady Sesotya

Ia mencontohkan Malaysia yang memiliki skuad dengan pemain dari berbagai negara dan tampil kompak. Menurut Erick, penguatan skuad melalui pemain naturalisasi maupun pemain yang memiliki pengalaman internasional telah mendorong negara-negara ASEAN untuk tampil lebih kompetitif.

โ€œKarena itu, semua pertandingan menjadi sangat penting. Tim yang ingin melaju harus berjuang sejak laga pertama dan tidak boleh menganggap remeh siapa pun,โ€ kata Erick.

Menang Telak 9-2 Atas Bangladesh, Timnas Indonesia Lolos ke Final Singkirkan Malaysia

Ia juga menegaskan peluang Indonesia di FIFA ASEAN Cup masih terbuka. Namun, peluang tersebut hanya bisa diwujudkan melalui kerja keras, konsistensi, dan fokus penuh di setiap pertandingan.

Ia meminta skuad Garuda tidak terlena oleh hasil-hasil sebelumnya, termasuk ketika menghadapi lawan yang di atas kertas dianggap lebih lemah. Erick mencontohkan hasil pertandingan lain di turnamen yang menunjukkan bahwa kejutan bisa terjadi kapan saja.

โ€œBangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Indonesia harus tetap berjuang dan bermain dengan fokus penuh,โ€ ujarnya.

Erick juga mengapresiasi daya juang para pemain Indonesia dalam pertandingan sebelumnya. Meski harus bermain dengan sepuluh pemain, skuad Garuda tetap berusaha hingga akhir pertandingan. Baginya, semangat juang tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan yang semakin rapat di Asia Tenggara.

โ€œMasih ada peluang, tetapi semuanya memiliki risiko. Tidak ada jalan mudah. Para pemain harus terus berjuang dan memberikan kemampuan terbaik,โ€ ujar Erick. (*/May)

Nurisa Dian Ashrifah Persembahkan Emas Pertama Cabor Panahan Indonesia Diajang Asian Games

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknyaย 

Pilihan Editor