JAKARTA, VISTA.CO.ID – Ketika musik semakin bergeser ke platform digital, KOLKEN justru memperluas ruang pertemuannya dengan pendengar melalui berbagai kanal streaming. Band yang lahir di Jakarta pada 1 Mei 2010 itu kini membawa katalog rock mereka ke Spotify, Apple Music hingga YouTube Music.
KOLKEN dikenal dengan perpaduan pop rock, hard rock, alternative dan rock ‘n’ roll. Karakter tersebut terdengar melalui permainan gitar yang tebal, bass yang dominan dan ketukan drum yang memberikan energi kuat.
Namun, identitas KOLKEN tidak hanya bertumpu pada musik. Lirik menjadi bagian penting dari karya mereka, terutama ketika berbicara mengenai motivasi, semangat pantang menyerah, kehidupan anak muda dan keteguhan menghadapi berbagai persoalan.
Salah satu lagu yang mencerminkan pendekatan tersebut adalah “Kita Laki-Laki”. Dirilis pada 2020 dan diciptakan Krisnandra, lagu ini membawa semangat hard rock sekaligus pesan mengenai ketangguhan dan motivasi.
Video musik “Kita Laki-Laki” yang tersedia di kanal resmi KOLKEN telah mencatat lebih dari 87 ribu penayangan. Angka tersebut menjadi bagian dari jejak digital KOLKEN dalam memperkenalkan karya kepada generasi pendengar yang lebih luas.
Tidak hanya itu, “70 Nanti” juga menjadi salah satu karya yang mendapatkan perhatian di YouTube. Video musiknya telah meraih lebih dari 120 ribu penayangan dan menjadi bagian penting dari proyek mini album mereka.
Di kanal resmi KOLKEN, publik juga dapat menemukan puluhan video musik serta dokumentasi perjalanan band. Sementara kanal KOLKEN – Topik di YouTube Music menghadirkan katalog audio resmi mereka.
Katalog musik KOLKEN sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang. Setelah album debut KOLKEN pada 2012, mereka melanjutkan perjalanan melalui “Puspita”, “Move On”, EP FIRE, “Kita Laki-Laki” dan sejumlah karya lainnya.
Perubahan cara menikmati musik tidak membuat KOLKEN meninggalkan karakter awalnya. Justru, ekosistem digital menjadi medium baru untuk membawa musik rock mereka menjangkau pendengar di luar ruang pertunjukan.
Bagi KOLKEN, perjalanan tersebut bukan hanya soal mempertahankan eksistensi sebuah band. Musik menjadi medium untuk menyampaikan energi, sikap dan cerita yang ingin terus mereka suarakan.
Dengan katalog yang terus tersedia di berbagai platform digital, KOLKEN membuka ruang yang lebih luas bagi pendengar lama maupun generasi baru untuk menemukan kembali energi rock Jakarta. (*/san)
